Jumat, 11 Mei 2018

Tren Busana Ramadan dengan Batik

Ramadan sudah hampir di depan mata, beberapa persiapan seperti jasmani, rohani, dan busana telah disiapkan oleh umat Muslim di dunia. Di Indonesia yang memiliki kebiasaan mengenakan pakaian baru saat ramadan dan Idul Fitri, membuat para perancang busana menciptakan karya khusus untuk dua momen tersebut.

Dari banyaknya perancang busana yang dimiliki tanah air, empat di antaranya telah mengenalkan dan menyediakannya untuk para pelanggan. Empat perancang tersebut, yaitu Dhara dari brand Dhara, Indira Hadi dari brand Jarit, Jessica Febiani dari brand More to See, dan Naniek Rachmat.

Dalam sebuah konferensi pers sekaligus peragaan busana di Fashion Legacy, Lippo Mall Kemang, Jakarta, Rabu 9 Mei 2018, keempat perancang busana tersebut memeragakan rancangannya yang mengangkat batik dan kain khas Indonesia khusus untuk bulan suci ramadan. Dhara mengatakan, warna busana yang dirancangnya kali ini menampilkan warna-warna dari kesukaan para pelanggannya, dan mengusung konsep Colour of Heritage.

"Sebetulnya, tidak khusus untuk wanita hijab, tapi bisa dipakai dengan ditambahkan manset dan kerudung, bisa pula dipakai siang hari atau malam, jadi terbuka dari berbagai kesempatan," ucapnya.

Untuk ramadan kali ini Dhara menampilkan 17 koleksi terbarunya, dengan konsisten menggunakan bahan dari wastra nusantara, seperti batik Cirebon dan tenun Garut. Warna yang ditampilkan ada 5 kategori, yaitu merah-hitam, merah-kuning, hitam-putih, cokelat, dan biru.

Sementara, Indira Hadi dari brand Jarit mengaku, dalam menyambut ramadan brandnya masih konsisten dengan warna-warna alam dari pewarna yang juga alami. Koleksi Jarit yang selalu kasual, elegan, tapi klasik bisa dikenakan oleh perempuan berhijab kapan saja dan timeless.

Masih mengangkat budaya Indonesia, perancang busana Jessica Febiani memadukan dua budaya dalam busana rancangannya. Ia memilih Jawa dan Bali untuk dipadukan dalam busana yang dirancangnya.

"Warna batik yang didesain otentik dan klasik jadi ikonik di kami. Saya ingin mengangkat kain hasil pengrajin di Bali utk dipasarkan nasional dan internasional," tutur Jessica Febiani dari brand More to See.

Sedangkan, Naniek Rachmat, salah seorang perancang busana senior Indonesia memaparkan saat ini perancang busana muda Indonesia telag tumbuh menjadi sangat pesat dan kreatif. Dengan mengangkat kerajinan tangan khas Indonesia pada setiap rancangan busana, membuat karya anak bangsa lebih dihargai di kancah internasional.

"Untuk ramadan ini tema saya mengangkat permainan warna atau perpaduan warna, jadi bisa dipakai oleh ibu-ibu yang sudah ada umur atau perempuan yang masih muda, jadi lebih fleksibel," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Populer Posting

Tips Parenting Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak